Terima Mahasiswa Kamboja, UIN Bukittinggi Tingkatkan Pembinaan BIPA
BUKITTINGGI— Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djambek Bukittinggi terus memperkuat langkah internasionalisasi kampus melalui penerimaan mahasiswa asing. Setelah berhasil merintis penerimaan mahasiswa asing asal Thailand UIN Bukittinggi kembali memperluas jangkauan internasionalnya pada tahun 2026 ini dengan resmi menerima enam mahasiswa asing asal Kamboja.
![]() |
| Mahasiswa asing asal Kamboja mengikuti pembinaan intensif BIPA di UPB UIN Bukittinggi. |
Keenam mahasiswa internasional tersebut tersebar di lima program studi strategis, yakni Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan Teknologi Informatika Komputer (PTIK), Aqidah dan Filsafat Islam (AFI), Pariwisata Syariah, serta Manajemen Bisnis Syariah.
Sebagai fondasi akademik dan komunikasi selama menempuh studi di Indonesia, para mahasiswa asing ini mendapatkan pembinaan intensif program Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA) yang dikelola penuh oleh Unit Pengembangan Bahasa (UPB) UIN Bukittinggi.
Kebijakan Nasional PTKIN dan Komitmen UIN Bukittinggi
Langkah UIN Bukittinggi yang konsisten menggaet mahasiswa mancanegara ini sejalan dengan kebijakan nasional Kementerian Agama dalam mendorong internasionalisasi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) di seluruh Indonesia.
![]() |
| Temu ramah mahasiswa asing asal Kamboja bersama pimpinan UIN Bukittinggi. |
Rektor UIN Sjech M. Djambek Bukittinggi, Prof. Silfia Hanani, menegaskan komitmen kampus dalam mengawal kebijakan internasionalisasi ini secara proaktif. Menurutnya, kehadiran mahasiswa asing tidak hanya memperluas jejaring internasional, tetapi juga memperkaya iklim akademik kampus.
"Internasionalisasi PTKIN adalah langkah strategis untuk menempatkan UIN Bukittinggi di peta pendidikan global. Kami tidak hanya membuka pintu bagi mahasiswa asing, tetapi juga memastikan mereka mendapatkan fasilitasi terbaik, mulai dari integrasi kurikulum hingga pembinaan bahasa dan budaya. Kami berkomitmen menjadikan kampus ini rumah yang ramah dan inklusif bagi pencari ilmu dari berbagai negara," ujar Prof. Silfia Hanani.
Kesiapan Tim Instruktur dan Masa Belajar Intensif
Guna menunjang keberhasilan program tersebut, UPB UIN Bukittinggi telah menyiapkan tim instruktur BIPA profesional yang telah diikutkan dalam berbagai pelatihan BIPA berskala nasional.
Kepala UPB UIN Bukittinggi, Syahrul, M.Pd., menjelaskan bahwa proses pembinaan bahasa dirancang secara terstruktur dan terukur agar mahasiswa asing dapat segera beradaptasi dengan kegiatan perkuliahan reguler.
"Untuk memastikan pencapaian kompetensi bahasa yang optimal, para mahasiswa asing mengikuti masa belajar intensif BIPA di luar jadwal perkuliahan. Tim instruktur kami yang telah tersertifikasi dan terlatih siap mendampingi mereka, baik dari segi tata bahasa, percakapan akademik, hingga pemahaman konteks budaya lokal," terang Syahrul, M.Pd.
Urgensi Program BIPA
Pembinaan BIPA oleh UPB UIN Bukittinggi memegang peran strategis dalam mendorong internasionalisasi kampus melalui penguatan integrasi akademik, adaptasi sosial-budaya, hingga diplomasi bahasa. Menurut Dr. Afrinaldi, MA., Wakil Rektor urusan Akademik UIN Bukittinggi, selain memastikan mahasiswa asing mampu menyerap materi perkuliahan dan menyusun karya ilmiah secara optimal, program ini menjembatani proses akulturasi mereka dengan masyarakat Minangkabau. Lebih dari itu, BIPA menjadi instrumen diplomasi untuk menyebarluaskan bahasa Indonesia serta nilai-nilai keislaman moderat ke kancah global, khususnya di kawasan Asia Tenggara.
![]() |
| Dr. Afrinaldi, MA. |
Dengan kesiapan instruktur, skema belajar yang intensif, serta dukungan penuh dari pimpinan universitas, UIN Bukittinggi optimistis mampu melahirkan lulusan mancanegara yang berdaya saing global sekaligus menjadi duta budaya Indonesia di negara asal mereka. (IRWANDI)
































