UIN Bukittinggi Aktifkan Kembali KKN Internasional Pasca Pandemi
BUKITTINGGI — Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi kembali mengaktifkan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional pada 2026 setelah sempat terhenti akibat pandemi Covid-19. Sebagai bagian dari strategi internasionalisasi kampus, program tersebut memberangkatkan mahasiswa untuk melaksanakan pengabdian masyarakat di luar negeri sekaligus memperkuat jejaring akademik, kolaborasi riset, dan publikasi ilmiah bersama perguruan tinggi mitra.
Pelaksanaan KKN Internasional berada di bawah koordinasi Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Kepala LPPM UIN Bukittinggi, Dr. H. Muddinur Kamal, mengatakan di dalam LPPM, semua unit memegang peran strategis dalam penyelenggaraan program tersebut. Pusat Hubungan Internasional (International Office) bertugas membangun komunikasi dan mengembangkan kemitraan dengan perguruan tinggi luar negeri, sedangkan Pusat Pengabdian kepada Masyarakat mengendalikan pelaksanaan program mulai dari tahap persiapan, pelaksanaan, hingga evaluasi di lapangan.
"Pusat Pengabdian kepada Masyarakat juga bersinergi dengan Pusat Penelitian dan Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA), serta Fakultas dalam merumuskan indikator keberhasilan KKN internasional sehingga semua kegiatan di lapangan dilakukan secara terencana dan terukur," jelas Muhiddinur Kamal.
Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat UIN Bukittinggi, Dr. Arjoni, mengatakan, KKN Internasional 2026 dibagi ke dalam dua gelombang dengan tujuan memperluas pengalaman pengabdian, memperkuat jejaring akademik internasional, sekaligus meningkatkan kapasitas mahasiswa dalam riset dan pemberdayaan masyarakat.
"Program ini merupakan bagian dari cetak biru internasionalisasi institusi. KKN Internasional dirancang bukan sebagai perjalanan akademik biasa, melainkan ruang pembelajaran yang mempertemukan pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat dalam jejaring global," ujarnya.
Belajar Pemberdayaan UMKM di Malaysia
Gelombang pertama berlangsung pada 18 Juni–13 Juli 2026 dengan memberangkatkan enam mahasiswa ke Selangor, Malaysia. Program ini dilaksanakan melalui kerja sama dengan Fakulti Sains Sosial dan Kemanusiaan (FSSK), Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM). Sejak hari pertama, mahasiswa mengikuti orientasi budaya dan kuliah umum mengenai sains pembangunan untuk memahami karakter masyarakat Malaysia. Agenda tersebut menjadi landasan sebelum mereka memasuki kegiatan pengabdian di lapangan.
Memasuki pekan kedua, mahasiswa diterjunkan ke kawasan Bangi, Selangor, untuk melakukan pemetaan sosial terhadap pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Analisis dilakukan menggunakan pendekatan Business Model Canvas (BMC), perangkat manajemen strategis yang digunakan untuk memetakan sekaligus merancang model pengembangan usaha.
Hasil pemetaan itu kemudian ditindaklanjuti melalui pendampingan digitalisasi UMKM. Mahasiswa menyusun rancangan bisnis berbasis BMC sekaligus memformulasikan strategi konten media sosial guna meningkatkan visibilitas dan daya saing pelaku usaha di ruang digital.
"Mahasiswa diterjunkan langsung ke lapangan untuk menyusun rancangan bisnis melalui pendekatan BMC serta memformulasikan perencanaan konten media sosial sebagai bagian dari penguatan kapasitas mitra," kata Arjoni. Dimbahkannya, seluruh peserta diwajibkan menyusun refleksi akademik berdasarkan hasil observasi dan wawancara lapangan. Data tersebut kemudian dikembangkan menjadi draf artikel ilmiah yang dikurasi bersama dosen-dosen Universiti Kebangsaan Malaysia sebagai luaran akademik program.
Integrasi KKN dan PPL di Thailand Selatan
Gelombang kedua dimulai pada 8 Juli hingga 4 Agustus 2026 dengan memberangkatkan sembilan mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) ke Hat Yai, Provinsi Songkhla, Thailand Selatan. Berbeda dengan program di Malaysia yang berfokus pada pemberdayaan ekonomi masyarakat, kegiatan di Thailand mengintegrasikan Kuliah Kerja Nyata (KKN) dengan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL).
Selama hampir satu bulan, mahasiswa melaksanakan pengabdian kepada masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial dan keagamaan bersama masyarakat setempat. Pada saat yang sama, mereka menjalani praktik mengajar di Songserm Sasana Vitaya School sebagai bagian dari penguatan kompetensi profesional calon guru. Menurut Arjoni, model tersebut memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi pedagogik sekaligus membangun sensitivitas sosial dalam masyarakat multikultural.
Membangun Jejaring Global
Rektor UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, Prof. Silfia Hanani, mengapresiasi diaktifkannya kembali KKN Internasional setelah vakum selama pandemi. Menurut dia, program tersebut merupakan langkah strategis dalam memperkuat posisi UIN Bukittinggi sebagai perguruan tinggi Islam yang aktif membangun kolaborasi internasional.
"KKN Internasional merupakan implementasi nyata dari visi internasionalisasi UIN Bukittinggi. Mahasiswa tidak hanya mengasah kompetensi akademik dan profesional, tetapi juga belajar hidup dalam masyarakat lintas budaya, membangun jejaring global, serta membawa nilai-nilai Islam yang moderat dalam praktik pengabdian kepada masyarakat," ujarnya.
Prof. Silfia menilai pengalaman tersebut akan melahirkan lulusan yang memiliki perspektif global, kemampuan beradaptasi di lingkungan internasional, sekaligus tetap berpijak pada nilai-nilai keislaman dan keindonesiaan.
Ke depan, UIN Bukittinggi menargetkan KKN Internasional menjadi agenda rutin yang memperkuat kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi luar negeri. Program itu diharapkan tidak hanya menghasilkan pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga kolaborasi riset, publikasi ilmiah, pertukaran mahasiswa dan dosen, serta jejaring akademik yang semakin luas.
Dengan demikian, internasionalisasi tidak berhenti sebagai dokumen kerja sama antarinstitusi. Melalui KKN Internasional, kemitraan tersebut diwujudkan dalam aktivitas nyata yang mempertemukan mahasiswa, dosen, dan masyarakat lintas negara dalam semangat berbagi pengetahuan, memperkuat pengabdian, dan membangun diplomasi akademik Indonesia di kawasan Asia Tenggara. (IN)
Tags : News
IO UIN Bukittinggi
Thank You
for taking the time to visit our website.
- IO UIN Bukittinggi
- International Office of UIN Bukittinggi
- io@uinbukittinggi.ac.id




Posting Komentar