UIN Bukittinggi dan UKM Gulirkan Skema Magang Timbal Balik
BUKITTINGGI — Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi bersama Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) memperkokoh jejaring akademik kawasan Asia Tenggara melalui skema pemagangan internasional timbal balik (reciprocal internship). Inisiatif yang berfokus pada penguatan sektor pariwisata berkelanjutan ini menjadi pijakan strategis dalam merajut integrasi ilmu pengetahuan, adaptasi budaya, serta pengalaman industri lintas negara.
| Magang Internasional. Penyambutan mahasiswa Fakultas Sains Sosial UKM di UIN Bukittinggi. |
| Magang Mahasiswa FEBI. Mahasiswa FEBI UIN Bukittinggi saat melakukan magang di UKM. |
Rektor UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi Prof. Silfia Hanani menegaskan bahwa program pemagangan internasional lintas batas ini bukan sekadar pemenuhan beban akademis, melainkan langkah terukur dalam membangun internasionalisasi perguruan tinggi dan membekali mahasiswa dengan wawasan global (global mindset).
"Melalui pemagangan internasional ini, mahasiswa tidak hanya menguji teori akademis di medan practical, tetapi juga mengasah kepekaan interkultural dan etika profesional dalam lanskap global. Pengalaman lintas negara ini menjadi fondasi penting agar lulusan kita memiliki daya saing tinggi sekaligus mampu menjadi jembatan diplomasi kebudayaan," ujar Prof. Silfia, Senin (27/7/2026).
| Prof. Dr. Silfia Hanani, Rektor UIN Bukittinggi |
Integrasi Ekosistem Pariwisata Syariah
Fokus pemagangan yang menitikberatkan pada sektor kepariwisataan dinilai sangat relevan dengan keunggulan geo-strategis dan kultural Minangkabau. Dekan FEBI UIN Bukittinggi Dr. Aidil Alfin menjelaskan bahwa kehadiran mahasiswa FSSK UKM di Bukittinggi dirancang untuk memberikan pengalaman holistik, mulai dari tata kelola destinasi, analisis industri ramah muslim, hingga interaksi langsung dengan ekosistem bisnis lokal.
"Kami memproyeksikan para peserta magang dapat membedah dinamika pariwisata secara riil. Di Program Studi Pariwisata Syariah dan jaringan mitra strategis kami, mahasiswa UKM tidak hanya mempelajari konsep halal tourism, tetapi juga melihat bagaimana nilai-nilai lokal dan kearifan kultural diintegrasikan ke dalam industri bernilai ekonomi tinggi," tutur Aidil.
Dekan FEBI, Dr. Aidil Alfin
Langkah ini menyatukan keahlian metodologis-analitis dari FSSK UKM dengan praktik lapangan pariwisata berbasis syariah yang dikembangkan FEBI UIN Bukittinggi.
Memperkuat Internalisasi Kompetensi
Dari pihak Malaysia, Dosen Pengarah FSSK Universiti Kebangsaan Malaysia Prof.Madya Dr. Azima Abdul Manaf menyambut baik sinergi terstruktur yang terbangun antara kedua lembaga. Menurutnya, pemagangan internasional timbal balik ini memberikan dimensi pembelajaran yang lengkap, baik dari aspek penguasaan bahasa profesional, pemahaman regulasi kawasan, hingga pembentukan jaringan kerja global sejak dini.
"Program ini memfasilitasi mahasiswa kami untuk keluar dari zona nyaman dan menyerap pengalaman praktis (best practices) pengelolaan kepariwisataan di Indonesia. Pertukaran pengetahuan ini memperkaya khazanah riset sosiokultural serta memperkuat ikatan rumpun Melayu dalam konteks pengembangan ekonomi kreatif kawasan," kata Azima.
Melalui program yang berlangsung hingga akhir September mendatang, kedua institusi optimistis kolaborasi ini dapat terus berkelanjutan. Lebih dari sekadar pertukaran pelajar, skema pemagangan ini diarahkan menjadi model kemitraan strategis dalam mencetak sumber daya manusia unggul yang siap memimpin di panggung internasional.(IRWANDI
Tags : Activity Event International International Networking News
Dr. Irwandi
Thank You
for taking the time to visit our website.
- Dr. Irwandi
- International Office of UIN Bukittinggi
- io@uinbukittinggi.ac.id
Posting Komentar