Agustus 31, 2026

UIN Bukittinggi dan Yala Rajabhat University Thailand Bekerjasama Perkuat Kolaborasi Pendidikan Asia Tenggara

JAKARTA-Komitmen memperkuat mutu pendidikan Islam dan jaringan akademik di kawasan Asia Tenggara kembali mewujud secara nyata. Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, Sumatra Barat, dan Yala Rajabhat University (YRU) dari Thailand Selatan resmi mengikatkan diri dalam jalinan kerja sama strategis internasional.

Wakil Rektor UIN Bukittinggi Prof. Dr. Edi Rosman (dua dari kiri) dan Dekan Fakultas Pendidikan Yala Rajabhat University Asst. Prof. Dr. Muhammadtolan (dua dari kanan) menunjukkan naskah nota kesepahaman disaksikan perwakilan kedua kampus di Jakarta. Kemitraan ini bertujuan memperkuat kolaborasi riset dan pendidikan Islam kawasan Asia Tenggara.

Kedua perguruan tinggi dipersatukan dalam wadah Asia Islamic University Association (AIUA). Penandatanganan naskah kerja sama (Memorandum of Understanding/MoU) dilangsungkan di tengah helat Pertemuan Tahunan AIUA yang diselenggarakan pada 23–25 Juni 2026 di Jakarta.

Delegasi resmi UIN Bukittinggi dipimpin langsung oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama, Prof. Dr. Edi Rosman, didampingi Kepala Pusat Hubungan Internasional, Dr. Irwandi, M.Pd. Sementara dari pihak Yala Rajabhat University hadir Dekan Fakultas Pendidikan, Asst. Prof. Dr. Muhammadtolan Kaemah.

Rektor UIN Bukittinggi, Prof. Dr. Silfia Hanani, S.Ag., M.Si., menyambut sangat positif keterikatan institusional ini. Menurutnya, kolaborasi ini memperkokoh posisi UIN Bukittinggi dalam jajaran jejaring akademik Asia Tenggara.

Prof Dr Silfia Hanani, Rektor UIN Bukittinggi

"Kerja sama ini bukan sekadar penandatanganan di atas kertas, melainkan wujud nyata memperluas episentrum intelektual Islam kawasan. Kita membangun jembatan keilmuan Sumatra Barat dan Thailand Selatan. Melalui kemitraan dengan Yala Rajabhat University, kita berikhtiar bertukar pengalaman, memperkaya riset inklusif, serta membuka peluang mobilitas mahasiswa dan dosen yang berdampak luas," ujar Prof. Silfia.

Langkah Konkret dan Implementasi Nyata

Kemitraan kedua perguruan tinggi ini tidak tumbuh dalam sekejap, melainkan dibangun dari langkah-langkah kecil yang konkret. Rekam jejak kerja sama resmi dimulai sejak Senin, 17 November 2025. Momentum tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman awal antara Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UIN Bukittinggi dan Departemen Pendidikan Agama Islam, Fakultas Pendidikan YRU.

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabduian Masyarakat (LPPM) UIN Bukittinggi Dr. H. Muhiddinur Kamal, M.Pd. (dua dari kiri) dan Kepala Departemen Pendidikan Agama Islam YRU Prof. Madya Dr. Abdul Ramae Sulong (dua dari kanan) mengawali jalinan kerja sama kedua perguruan tinggi pada tahun 2025.

Tak berhenti pada seremoni penandatanganan tanggal 24 Juni 2026 di Jakarta, UIN Bukittinggi langsung merealisasikannya melalui aktivitas akademik nyata. Hanya berselang sepekan, pada 3 Juli 2026, akademisi UIN Bukittinggi, Dr Muhiddinur Kamal, hadir sebagai pembicara  pada The 7th National and International Conference on Education and Islamic Education (NICE 2026) di Yala Rajabhat University, Thailand Selatan.

Respons hangat disampaikan oleh Dekan Fakultas Pendidikan YRU, Asst. Prof. Dr. Muhammadtolan Kaemah. Pihaknya merasa bangga dan terhormat dapat bermitra secara erat dengan perguruan tinggi keagamaan Islam negeri dari Indonesia.

"UIN Bukittinggi memiliki akar keilmuan Islam dan tradisi pedagogi yang sangat kuat. Kehadiran akademisi UIN Bukittinggi dalam NICE 2026 menyuntikkan perspektif baru yang sangat berharga bagi pengembangan kurikulum dan pendidikan Islam di perbatasan selatan Thailand," tutur Dr. Muhammadtolan.

Jejak Transformasi Institusi 

Perjalanan historis kedua perguruan tinggi mencerminkan dinamika evolusi lembaga pendidikan yang responsif terhadap zamannya. Yala Rajabhat University mengawali baktinya pada tahun 1963 sebagai Sekolah Pelatihan Guru untuk perbatasan selatan Thailand, lalu bertransformasi menjadi Institut Rajabhat pada 1992 di bawah titah Raja Bhumibol Adulyadej, memperoleh wewenang penyelenggaraan program pascasarjana pada 1995, hingga akhirnya meraih status hukum penuh sebagai universitas mandiri pada kurun 2004–2005.

Kampus Yala Rajabhat University Thailand

Seirama dengan itu, UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi merintis jalurnya sejak tahun 1969 dari Fakultas Syariah IAIN Imam Bonjol, kemudian bertransformasi menjadi STAIN mandiri pada 1997, naik status menjadi IAIN pada 2014, dan akhirnya resmi menyandang status Universitas Islam Negeri (UIN) pada tahun 2022.

Kampus 2 UIN  Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Kedua kampus berbagi benang merah historis yang unik yaitu mengawali perjuangan dari  daerah, tumbuh menjadi institusi tinggi bertaraf nasional, dan bertumpu pada peran vital penguatan masyarakat lokal di wilayah perbatasan budaya (Minangkabau dan Thailand Selatan). Kerangka evolusi yang serupa ini menjadikan kolaborasi UIN Bukittinggi dan YRU bukan sekadar aliansi formal, melainkan pertemuan dua institusi bersaudara dengan daya jangkau emosional dan sosial yang sangat kuat. (IRWANDI) 







































































































































































































Tags :

Dr. Irwandi

Thank You

for taking the time to visit our website.

  • Dr. Irwandi
  • International Office of UIN Bukittinggi
  • io@uinbukittinggi.ac.id

Posting Komentar