September 06, 2026

Sinergi Global Universitas Islam: UIN Bukittinggi dan KIAS Malaysia Resmi Jalin Kerjasama

Semangat merajut kembali jalinan peradaban keilmuan Melayu-Nusantara bertiup kencang dari arena Pertemuan Tahunan Asosiasi Universitas Islam Asia di Jakarta. Di tengah arus deras globalisasi dan tuntutan eksistensi perguruan tinggi di kancah dunia, Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi resmi menggandeng Kolej Universiti Islam Antarabangsa Sultan Ismail Petra (KIAS) Malaysia.

JAKARTA— Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi terus memperkuat komitmennya dalam memperluas jejaring akademik internasional. Penandatanganan kerja sama strategis antara UIN Bukittinggi dengan Kolej Universiti Islam Antarabangsa Sultan Ismail Petra (KIAS) Malaysia menjadi salah satu agenda utama pada Pertemuan Tahunan Asosiasi Universitas Islam Asia yang digelar pada 23–25 Juni 2026 di Jakarta, tepatnya pada Rabu (24/6/2026). Dalam prosesi penandatanganan naskah kerja sama tersebut, delegasi UIN Bukittinggi diwakili oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerjasama Prof Dr Edi Rosman serta Kepala Pusat Hubungan Internasional Dr Irwandi, sedangkan pihak KIAS ditandatangani langsung oleh Rektor KIAS, Prof Dr Mazlan Bin Ibrahim.

Kampus Kolej Universiti Islam Antarabangsa Sultan Ismail Petra (kiri) dan kampus UIN Bukittinggi (kanan).

KIAS sendiri merupakan Institusi Pengajian Tinggi Swasta (IPTS) yang beroperasi di bawah Akta 555 Malaysia dan dikelola oleh KIAS Darul Naim Sdn Bhd (KDSB), anak perusahaan Akademi Yakin Sdn Bhd (AYSB). Pendirian KIAS berangkat dari cita-cita Kerajaan Negeri Kelantan untuk memusatkan wilayahnya sebagai "Serambi" perkembangan ilmu Islam tersohor di kawasan regional. Sejak didirikan hingga kini, KIAS terus berkembang pesat dan berhasil menarik minat mahasiswa internasional dari berbagai negara, seperti Indonesia, China, Thailand, Kamboja, Singapura, Nigeria, hingga Palestina.

Sementara itu, UIN Bukittinggi merupakan universitas Islam yang berakar dari rintisan pendidikan Islam tahun 1957. UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi secara konsisten memacu laju eksistensinya—bertransformasi dari STAIN dan IAIN hingga secara monumental mengepakkan sayap sebagai Universitas Islam Negeri pada tahun 2022. Rekam jejak progresif ini membuktikan komitmen tak tergoyahkan UIN Bukittinggi dalam mengintegrasikan nilai-nilai Keislaman, keilmuan modern, dan kearifan lokal Minangkabau untuk melahirkan generasi unggul yang siap memimpin peradaban bangsa di panggung global.

Rektor UIN Bukittinggi, Prof Dr Silfia Hanani, memberikan apresiasi mendalam atas terwujudnya kemitraan strategis ini. Beliau menegaskan bahwa langkah ini merupakan awal yang sangat baik mengingat UIN Bukittinggi dan KIAS berhimpun dalam satu wadah Asosiasi Universitas Islam Asia. Menurutnya, kolaborasi ini membuka ruang sinergi yang lebih luas bagi kedua institusi dalam mengembangkan pendidikan dan riset berbasis nilai keislaman.

Prof Dr Silfia Hanani, Rektor UIN Bukittinggi

 Urgensi Kerjasama UIN Bukittinggi dan KIAS Malaysia

Analisis strategis kemitraan antara UIN Bukittinggi dan KIAS Malaysia, menurut Prof Dr Edi Rosman,  bukan sekadar pemenuhan formalitas hubungan antarperguruan tinggi, melainkan sebuah kebutuhan strategis yang memiliki urgensi tinggi bagi kedua belah pihak:

(1) Penguatan Hubungan Historis-Kultural (Minangkabau - Serambi Kelantan)

Secara geokultural, Minangkabau (Sumatera Barat) dan Kelantan memiliki akar keislaman dan kebudayaan Melayu yang sangat kuat. Kemitraan ini merekatkan kembali simpul peradaban ilmu Islam Melayu-Nusantara untuk menjawab tantangan globalisasi tanpa kehilangan identitas keislamannya.

Rektor KIAS Prof Dr Mazlan Bin Ibrahim (kanan) bertukar naskah kerja sama disaksikan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerjasama UIN Bukittinggi Prof Dr Edi Rosman (dua dari kiri) serta Kepala Pusat Hubungan Internasional Dr Irwandi (kiri) dalam Pertemuan Tahunan Asosiasi Universitas Islam Asia di Jakarta, Rabu (24/6/2026).

(2) Penginternasionalan Kurikulum dan Akselerasi Akreditasi

Di era World Class University (WCU), rekognisi internasional menjadi indikator mutlak. Melalui wadah Asosiasi Universitas Islam Asia, kolaborasi ini membuka peluang riset bersama (joint research), publikasi ilmiah bereputasi, pertukaran dosen (visiting professor), serta program pertukaran mahasiswa (student exchange).

(3) Internasionalisasi Multikultural melalui Ekosistem KIAS

Dengan rekam jejak KIAS yang telah menarik mahasiswa dari pelbagai negara (Palestina, Nigeria, China, hingga Asia Tenggara), mahasiswa dan civitas akademika UIN Bukittinggi mendapatkan akses langsung ke dalam ekosistem internasional yang multikultural. Hal ini memperluas wawasan keislaman yang moderat (wasathiyah) di tingkat global.

(4) Kemandirian dan Tatakelola Universitas 

Model tata kelola KIAS yang berada di bawah badan usaha (KDSB/AYSB) dengan dukungan Kerajaan Negeri memberikan pembelajaran berharga bagi UIN Bukittinggi dalam hal efisiensi, kemandirian finansial, serta hilirisasi pendidikan tinggi Islam berbasis penguatan nilai-nilai lokal.

Sinergi ini, terang Prof Edi Rosman, diharapkan dapat memperluas kolaborasi pendidikan tinggi Islam  di kawasan regional yang semakin solid dan berdaya saing global. [IO Media Centre)

 

Tags :

Dr. Irwandi

Thank You

for taking the time to visit our website.

  • Dr. Irwandi
  • International Office of UIN Bukittinggi
  • io@uinbukittinggi.ac.id

Posting Komentar