September 01, 2026

UIN Bukittinggi dan IKDAR Malaysia Perkuat Jejaring Perguruan Tinggi Islam Serumpun

JAKARTA — Dinamika globalisasi dan lanskap pendidikan tinggi modern menuntut Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) di kawasan Asia Tenggara untuk keluar dari zona nyaman seremonial. Di tengah arus integrasi ilmu pengetahuan serta disrupsi teknologi, kolaborasi lintas negara antarkampus Islam serumpun menjadi imperatif strategis untuk membangun poros keilmuan Islam yang moderat, responsif, dan berdaya saing global.

Kampus UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi (kiri) dan kampus IKDAR Malaysia (kanan)

Kesadaran inilah yang melandasi Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, Sumatera Barat, untuk memperluas jangkauan kelembagaannya. Kampus ini resmi memancangkan kerja sama strategis dengan Institut Kemahiran Islam Darul Ridzuan (IKDAR) Taiping, Perak, Malaysia.

Didirikan pada 2018, Institut Kemahiran Islam Darul Ridzuan (IKDAR) di Taiping, Perak, menjadi perguruan tinggi pertama di Malaysia yang secara khusus mengembangkan pendidikan keterampilan berbasis Islam dan tahfiz. Lembaga ini membuka jalan bagi lulusan madrasah dan sekolah agama untuk menapaki karier profesional tanpa meninggalkan fondasi keislaman yang mereka miliki.

Rektor IKDAR Malaysia, Dr. Muhammad Faizal Bin Tahiruddin (dua dari kiri) dan Wakil Rektor UIN Bukittinggi, Prof Dr Edi Rosman (dua dari kanan) diapit Kepala Pusat Hubungan Internasional UIN Bukittinggi, Dr Irwandi (kanan) dan Pejabat Urusan Luar Negeri IKDAR, Dr Ahmad Muzammil.

Pengukuhan kerja sama bilateral tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) yang berlangsung pada momen Pertemuan Tahunan Asosiasi Universitas Islam Asia di Jakarta, Rabu, 24 Juni 2026. 

Penandatanganan dilakukan oleh Wakil Rektor UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, Prof. Dr. Edi Rosman, M.Hum., bersama Rektor IKDAR Malaysia, Dr. Muhammad Faizal Bin Tahiruddin.

 

Rektor UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, Prof. Dr. Silfia Hanani, menegaskan bahwa kolaborasi internasional antarinstitusi pendidikan Islam Asia Tenggara bukan lagi sekadar pelengkap administrasi akreditasi, melainkan kebutuhan mendesak untuk memperkuat posisi tawar keilmuan Islam di tingkat dunia.

"Perguruan tinggi Islam di Asia Tenggara memiliki akar tradisi dan nilai keislaman serumpun yang sangat kuat. Kemitraan dengan IKDAR Malaysia adalah langkah progresif UIN Bukittinggi untuk mentransformasi potensi keilmuan lokal menjadi kekuatan akademik global melalui riset bersama dan mobilitas intelektual," tegas Prof. Dr. Silfia Hanani.

Prof Dr Silfia Hanani

Menurut Prof. Silfia, kerja sama ini juga membuka ruang luas bagi akselerasi kapasitas dosen dan mahasiswa dalam merespons tantangan zaman tanpa kehilangan akar kearifan lokal. "Kami ingin memastikan bahwa karya-karya akademik civitas akademika UIN Bukittinggi mewarnai jurnal-jurnal internasional dan memberi dampak nyata bagi masyarakat global," tambahnya.

Meskipun demikian, kerja sama ini bersifat dinamis dan fleksibel, memberi ruang bagi setiap perguruan tinggi untuk berkembang secara independen sesuai dengan visi dan prioritas strategisnya. [IRWANDI]

 

Tags :

Dr. Irwandi

Thank You

for taking the time to visit our website.

  • Dr. Irwandi
  • International Office of UIN Bukittinggi
  • io@uinbukittinggi.ac.id

Posting Komentar