Oktober 09, 2026

Dari Sampah Kantin hingga UI GreenMetric: Meneguhkan Komitmen Hijau dari Kampus

 Dr. Irwandi                                                                                                                                            

Pernahkah melihat tumpukan kertas bekas ujian yang memenuhi lemari arsip prodi, atau deretan botol plastik sekali pakai yang berserakan seusai seminar? Di sudut lain kampus, AC di ruang kelas kerap dibiarkan terus menyala meski ruangan sudah melompong. Hal-hal sederhana ini adalah pemandangan harian yang akrab di lingkungan perguruan tinggi. Namun, jika ditarik ke skala yang lebih luas, kebiasaan-kebiasaan kecil tersebut adalah cermin dari sejauh mana sebuah kampus benar-benar peduli pada masa depan bumi.

Langkah Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi menggelar kegiatan Capacity Building berbasis pemeringkatan UI GreenMetric, Kamis, 8/10/2026, menandai sebuah pergeseran pandangan yang krusial. 

Sentra Kuliner UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

UI GreenMetric adalah sistem pemeringkatan internasional yang diprakarsai oleh Universitas Indonesia (UI) pada tahun 2010 untuk mengukur dan menilai komitmen serta kinerja keberlanjutan lingkungan di perguruan tinggi seluruh dunia.

Penjaminan mutu perguruan tinggi kini tak lagi sebatas urusan akreditasi prodi, jadwal kuliah, atau pengisian KRS online. Mutu kampus zaman now.juga diukur dari cara mengelola sampah, menghemat energi, hingga merawat lingkungan sekitar. Penjaminan mutu resmi bertransformasi menjadi gerakan akuntabilitas data sekaligus kesadaran ekologis.

Dr. Vishnu Juwono, S.E., M.I.A Kepala UI GreenMetric (tengah) dan Prof. Dr. Sumi Hudiyono PWS Asesor UI GreenMetric (kanan) dalam forum UI GreenMetric di UIN Bukittinggi yang dipandu Ketua LPM UIN Bukittinggi Dr. Iswantir (kiri).

Menerjemahkan Indikator Global ke Kehidupan Kampus

Bagi sebagian orang, UI GreenMetric mungkin terdengar seperti kriteria akademis yang rumit dan penuh istilah mentereng. Pemeringkatan ini menilai enam area utama: penataan infrastruktur, pengelolaan energi dan perubahan iklim, penanganan sampah, konservasi air, sistem transportasi, serta integrasi pendidikan dan penelitian. Namun, jika dicermati, seluruh indikator tersebut sebenarnya sangat dekat dengan denyut aktivitas harian warga kampus.

Kategori UI Green Metric yang ditayangkan Prof. Dr. Sumi Hudiyono PWS. 

Bayangkan skenario sehari-hari di area parkir. Ketika ratusan sepeda motor dan mobil berdesakan memadati lahan kampus setiap pagi, emisi gas buang yang dihasilkan jelas menyumbang jejak karbon cukup besar. Saat LPM mendorong perbaikan indikator transportasi dan infrastruktur, solusinya bukan sekadar menambah lahan parkir baru, melainkan menciptakan kampus yang ramah pejalan kaki, memperbanyak jalur hijau, serta menyediakan transportasi internal hemat energi.

Begitu pula dengan urusan sampah. Selama ini, pengelolaan sampah di perguruan tinggi sering berhenti di tempat penampungan sementara (TPS). Melalui UI GreenMetric, kampus ditantang menerapkan sistem pengelolaan sampah terpadu. Contoh sederhananya bisa dimulai dari kantin, seperti mengganti sedotan dan wadah plastik sekali pakai dengan peralatan makan yang bisa dipakai ulang, atau memilah sisa makanan dapur kantin untuk dijadikan kompos taman kampus.

Membongkar Tembok Data Silo

Salah satu hambatan terbesar perguruan tinggi saat mengikuti pemeringkatan internasional bukanlah ketiadaan program ramah lingkungan, melainkan masalah tata kelola data. Di banyak kampus, data kerap tersimpan terpisah di berbagai unit kerja alias terjebak dalam data silo.

Data penggunaan dan tagihan listrik ada di Bagian Umum, data penelitian lingkungan tersimpan di Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) , sementara data pengelolaan air dan taman dipegang pengelola fasilitas. Ketika proses evaluasi atau penilaian dilakukan, tim sering mandi keringat mengumpulkan angka-angka ini karena belum ada sistem terpadu.

Lewat pendekatan pengelolaan data terintegrasi (integrated data management), seluruh data kuantitatif—seperti konsumsi energi per kapita, rasio ruang terbuka hijau, hingga volume sampah yang didaur ulang—dapat dicatat secara rapi dan akurat. Integrasi ini membuat pemantauan kinerja kampus jadi jauh lebih mudah, transparan, dan siap diakses kapan saja.

Dari Klaim Menjadi Bukti Digital

Selain integrasi data, tantangan besar lainnya adalah pelaporan berbasis bukti (evidence-based reporting). Banyak kampus sebenarnya sudah melakukan berbagai aksi hijau yang mengagumkan. Sebut saja dosen dan mahasiswa yang aktif menanam pohon, kelompok mahasiswa yang mengolah limbah jadi barang bernilai jual, hingga kebijakan rektor yang mengimbau pengurangan kertas.

Sayangnya, aksi nyata ini sering kali tidak berbuah nilai tinggi dalam pemeringkatan karena gagal menyajikan bukti dokumen yang terstruktur (under-reporting). UI GreenMetric membutuhkan bukti fisik dan administratif yang sahih, mulai dari foto fasilitas, dokumen Surat Keputusan (SK) kebijakan, portofolio kegiatan, hingga tautan laporan operasional yang dapat diverifikasi auditor eksternal. Di sinilah peran LPM menjadi sangat krusial untuk memastikan setiap komitmen dan aksi hijau kampus tercatat dengan presisi.

Menumbuhkan Budaya Mutu Berbasis Ecosophy

Pada akhirnya, kesuksesan program ini tak cuma diukur dari seberapa tinggi peringkat yang diraih kampus dalam daftar UI GreenMetric. Peringkat hanyalah bonus dari sebuah proses perbaikan yang konsisten. Tujuan utamanya adalah membentuk budaya mutu baru yang berlandaskan ecosophy, yaitu kearifan dalam berinteraksi dengan alam.

Ketika mahasiswa memilih membawa botol minum sendiri, ketika dosen memanfaatkan dokumen digital demi menghemat kertas, dan ketika pengelola kampus mengoptimalkan pencahayaan alami di ruang kelas, di situlah hakikat penjaminan mutu yang sebenarnya bekerja.

Inisiatif LPM UIN Bukittinggi ini adalah langkah nyata memastikan kampus bukan hanya tempat mengasah otak, melainkan juga rumah yang mencetak generasi penyayang bumi.()

Dr. Irwandi [] Dosen UIN Bukittinggi


                                                                                                                                                          



Tags :

Dr. Irwandi

Thank You

for taking the time to visit our website.

  • Dr. Irwandi
  • International Office of UIN Bukittinggi
  • io@uinbukittinggi.ac.id

Posting Komentar